Sukses Menjadi Guru Humoris dan Idola
Penulis : Harimawan Junaidi
Guru yang ideal bukan sekedar guru yg memenuhi syarat teknis, seperti pintar, pandai, atau pakar di bidang ilmu yg dimiliki.
Guru yang ideal harus bisa menempatkan dirinya sebagai agent of change. Harus mengetahui teknik pengajaran yang tepat.
Ilmu perantara manusia untuk mencapai tujuan. Ilmu akan membawa kebaikan bagi pemiliknya dan orang-orang di sekitar.
Ilmu tanpa guru bagaikan kapal tanpa nahkoda. Ia hanya mengapung-apung di samudera tanpa arah yang jelas.
Menjadi guru adalah tugas yang berat, ia harus memastikan ilmu yang disampaikan dapat diserap murid muridnya.
Guru sebagai Agent Of Change
Sebuah kehidupan membutuhkan kemajuan.
Tugas guru adalah menumbuhkan keingintahuan anak didik dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka minati.
Didiklah anak dengan rasa aman, hindarkan celaan dan cemoohan, beri ruang agar mereka berani berekspresi dan berekslorasi secara leluasa, agar tumbuh percaya diri dan optimis.
Guru tidak hanya memberitahu, menjelaskan, dan mendemonstrasikan. Tetapi juga harus menginspirasi. Guru harus bisa memotivator.
Empat Kompetensi Guru :
1. Kompetensi pedagogik
2. Kompetensi kepribadian
3. Kompetensi profesional
4. Kompetensi sosial
Visi Guru menurut Ki Hajar Dewantara : seorang pendidik harus mempunyai kepribadian: di depan jadi teladan, di tengah membangun karsa, di belakang memberi dorongan, Tut Wuri Handayani.
Guru harus bisa menciptakan iklim belajar yang efektif dan menyenangkan dg kreativitas metode pembelajaran.
Tugas pokok guru pendidik bukan pengajar. Karena mendidik berbeda dengan mengajar.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya.....UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 1
Antara pendidikan dan cinta
Tanpa cinta pendidikan akan terasa hambar bahkan tidak akan memiliki kekuatan untuk berkembang.
Pendidikan itu ibarat akalnya, maka cinta itu diibaratkan hatinya.
Secerdas apapun seseorang apabila tidak dapat dipercaya maka akan dijauhi orang lain.
Kepercayaan itu berkaitan erat dengan kejujuran dan tanggung jawab yang tertunaikan. Jika kita menabung kepercayaan maka kita akan menuai banyak kebaikan.
Antara Berbicara dan Mendengarkan
Tidak selalu guru harus berbicara, adakalanya dia harus mendengarkan, agar bisa memahami kebutuhan peserta didik itu seperti apa. Agar paham keluhan dan keinginan mereka itu bagaimana. Dengarkan dan pahamilah.

