Berhati-hatilah dengan rasa bangga yang berlebihan. Seperti mata pisau yang tajam, ia bisa menusukmu dari belakang. Mengoyak-ngoyak, hingga mencabik-cabik bangunan amal yang diupayakan.
Rasa bangga yang tak wajar, hanya akan menyeret kita pada penyesalan. Menawarkan janji manis yang berujung pahit di kehidupan mendatang.
Apa yang bisa dibanggakan dari seorang manusia???
Tak ada. Segala kebaikan, kekayaan, kenikmatan semua hanyalah kasih sayang dari-Nya. Karunia-Nya. Dan atas kehendak serta izin-Nya.
Semua yang ada pada diri kita hanyalah titipan-Nya.
Merasa bangga dengan diri kita, dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan, dengan harta yang disedekahkan, dengan kepintaran kita. Dengan kemampuan yang kita miliki. Dengan kecakapan yang kita kuasai. Apa namanya jika bukan sifat Ujub. Yang jika terus kita pelihara, maka akan berkembang menjadi bentuk kesombongan.
Ujub dan sombong memang berbeda. Namun, perbedaannya sangatlah tipis. Karena dari rasa Ujub ini, bisa mengarahkan kita untuk bersikap merendahkan orang lain, meremehkan bahkan menghina. Inilah yang dinamakan sombong, "merasa diri besar dan merendahkan orang lain".
Ujub dan sombong adalah dua hal yang harus terus dijaga agar jangan sampai ada pada diri kita. Karena ia akan menjadi penghalang untuk menerima kebenaran.
Tidak mau dinasehati, diingatkan, bahkan yang paling berbahaya tidak mau menerima kebenaran dari yang Maha Benar, Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong:
”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]
Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:
Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebiji atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakaiannya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]
Ada orang sombong karena kekayaannya. Karena harta benda yang dimiliki. Karena kemewahan yang didapatkan.
Lalu apa yang bisa dibanggakan dari kekayaannya itu???!
Ketika orang yang disebut kaya itu lahir, mereka tidak memiliki apa-apa. Tidak mempunyai apa-apa. Dan Ketika mati juga tidak membawa apa-apa kecuali kain yang melekat di badan dan segala amal perbuatan yang akan diminta pertanggungjawabannya.
Qarun dulu sangat kaya. Perlu 7 orang yang sangat kuat hanya untuk mengangkat kunci-kunci gudang kekayaannya yang berisi emas permata. Tetapi lihatlah akhir kehidupannya. Apakah keberuntungan atau kerugian.
Karena pada saat mati tidaklah berguna segala harta dan apa yang telah mereka usahakan.
”Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Al Lahab:2]
Seperti Qarun, harta yang kita miliki juga tak lain milik Allah yang dititipkan kepada kita.
Dan ketika kita mati kita akan berpisah dengan harta kita. Akan berpisah dengan semua kemewahan itu.
”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maa-idah:120]
Ada orang sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal kekuasaan dan jabatan juga tidak kekal. Tidak ada artinya. Ketika mati, maka kekuasaan pun hilang.
Keberadaan kita diganti dengan keberadaan yang lain.
”Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Ali ’Imran:26]
Lihatlah Fir’aun raja Mesir yang sombong saat ini telah menjadi mayat yang tidak berdaya.
Hanya Allah Maha Perkasa yang tetap kekal dan hidup abadi selama-lamanya.
Jika demikian pantaskah manusia untuk merasa sombong?
Ada juga orang yang sombong karena wajahnya yang cantik dan rupawan. Padahal ketika tua, maka wajahnya akan jelek dan keriput juga. Ketika sudah dikubur, maka wajahnya hanya akan tinggal tulang tengkorak belaka.
Pantaskah manusia untuk bersikap sombong?
Ada lagi yang sombong karena kekuatannya atau badannya yang kekar. Karena kemampuan dan karena keahlian.
Begitu tua orang sekuat apa pun akan jadi lemah. Begitu mati dia sama sekali tidak berdaya. Kembali ke bentuk asal. Menyatu dengan tanah dan menjadi tulang belulang.
Lalu ada juga yang sombong karena kepintarannya. Kecerdasan. Padahal ilmu dan pengetahuannya dari Allah.
Jika demikian pantaskah manusia untuk bersikap sombong????
Allah mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari air mani yang tidak berharga.
Pantaskah manusia bersikap sombong?
”Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” [Yaa Siin:77]
wallahu'alam.

0 komentar