Bismillaah,
Lama nian tak rehat di sini. Hmmm, rindu. So kangenn mengacak-acak lay out dan template ni rumah. Hmmm, akhirnya tradaaaa, jadi makin cantik #eeeh.
#Just Opening!!!!!
Yup, memang niat awalnya mau share sedikit info penting tentang dunia kepenulisan (aslinya mau mengikat makna gitu seperti yang diajarin Pak Hernowo).
Sayang bukan kalo dah cape-cape baca, dapet ilmu, terus dadah begitu saja, tanpa ada usaha untuk mengikat "ide-ide brilian sang penulis buku".
Ok! Seperti judul post blog ini, saya mau mencoba menguraikan pemahaman tentang bagaimana sih membangun kebiasaan menulis itu? Biar jadi habit, biar ketagihan, biar jadi sesuatu yang paling menyenangkan, n biar...biar..(apa lagi yah? ah pokonya yah gitu dech).
Ok, kita mulai yah!
Kemampuan menulis kalo diibaratkan rumah; terdiri dari unsur-unsur yang saling berkaitan. Dalam proses membangun kebiasaan menulis kita kudu membangun landasannya terlebih dahulu. Terus menopangnya dengan tiang-tiang penyangga, dan terakhir melindunginya agar tetap terjaga dalam diri kita.
Ada tiga poin penting yang wajib kita tahu dalam proses ini, sebut saja sebagai "Trilogi Pembangunan Habit Menulis" yaitu :
1. Pengetahuan (Knowledge)
2. Kemampuan (Skill)
3. Hasrat (Desire)
1. Pengetahuan (Knowledge)
Langkah awal menjadi penulis adalah membangun kekuatan dari segi pengetahuan (knowledge), dalam hal ini tidak dibatasi, pengetahuan apapun itu jika dirasa memang penting dan mendukung yah wajib kita pelajarinya. Dan ternyata kunci mendapatkan poin ini adalah dengan banyak membaca.
Yup, lagi-lagi memang "membaca".
Bukan hal aneh, jika antara menulis dan membaca menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Dengan banyak membaca maka banyak pengetahuan yang akan kita dapat. Dan dengannya kita bisa mendapat banyak hal yang bisa kita tuliskan.
Jika diibaratkan air dalam teko. Menulis itu adalah proses menuangkan air dalam teko ke dalam gelas-gelas yang tersedia. Dan airnya itu adalah pengetahuan. Maka bisa kita bayangkan, jika pengetahuan kita sedikit, lalu apa coba yang bisa kita tuliskan. So, mulai saat ini rajin-rajinlah membaca yah.
Baca apa?
Membaca itu sebenarnya tidak hanya pada deretan aksara dalam kertas-kertas yang rapi. Bisa juga dari alam sekitar, dari kejadian-kejadian yang kita alami, pengalaman hidup orang lain, pokonya semua yang pernah melintasi mata kita. Rekamlah semuanya melalui indera penglihatan kita. Karena mungkin suatu saat akan sangat berguna bagi kita, khusunya bagi peningkatan kemampuan menulis kita.
2. Kemampuan (Skill)
Sebagus apapun teori tentang menulis yang sudah dikuasai, itu tak akan berguna jika kamu tidak langsung mempraktekannya. Seperti berenang, jika kita ingin bisa berenang yah harus dengan berenang. Jadi percuma saja dech kita dapat ilmu seluar biasa apapun jika tidak segera melakukannya, yaitu menulis.
Jadi pada tahap kedua ini, kita kudu menceburkan diri secara langsung dalam dunia tulis menulis. Menulislah...ayo sob..menulislah apapun itu yang terpenting kita sudah mulai mempraktekannya. Mau nulis artikel, cerpen, novel, buku diary, atau sekedar mencatat ide-ide brilian yang terlintas.
Buatlah jadwal harian untuk menulis. Walaupun sedikit tapi rutin jadwalnya, maka pasti akan sangat membantu membangun kekuatan poin ke-2 ini.
Teruslah berlatih menulis dengan menulis, menulis dan menulis.
3. Hasrat (Desire)
Nah, poin ketiga ini adalah poin yang sangat penting dalam pembangunan habit menulis. Hasrat/ desire/ motivasi adalah poin penjaga agar menulis itu bisa menjadi karakter dalam hidup kita. Motivasi adalah pengikat aktifitas menulis agar terus menerus dilakukan kita.
Yupz, upgrade terus motivasi kamu dalam menulis. Jangan sampai luntur, apalagi luruh begitu saja dibawa hujan kemalasan.
Demikian, secuil info dari saya.
Mudah-mudahan bermanfaat (meski amburadul tulisannya yah).
Ah masa bodoh lah apa kata dunia, yang penting saya sudah melakukan salah satu trilogi habit menulis yaitu menulis info ini, hehe.
By...by...
To be continue.....
