Buku Ketika Cinta Memanggil

By Wien - 12.20

------------------------------------------------------------------------------------
Ketika cinta memanggil, aku terlahir di muka bumi ini
Ketika cinta memanggil, kutunaikan sholat kurapal ayat-ayat suci
Ketika cinta memanggil, hidayah-Mu menyentuh kalbu tatkala aku terjatuh di lembah nista
Ketika cinta memanggil, kupersembahkan segala rinduku dalam sujud tahajud
Ketika cinta memanggil, aku kembali ke sisi-Mu dan meninggalkan dunia yang fatamorgana
Dan, panggillah aku dengan cinta-Mu, agar kelak 'ku dapat berjumpa dengan-Mu, di akhirat kelak
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hal yang membuat kecewa adalah ketika aku baru mengetahui kalau Ayah itu debu.
Sudah satu jam aku merenung mengurung diri di dalam sepi, kamarku. Rinai-rinai dalam kalbuku kini berubah menjadi isak tangis tak terbendung. Kulemparkan pandangan mataku tepat pada arah bingkai yang debu tertempel di tubuhnya. Ibu. Satu bulan sudah Ibu meninggal, meninggalkan semua keindahan. Hanya aku dan Ayah di sini. Tersimpan penat dan pekat saat rumah kami digusur, dan gubuk ini tempat kami berlindung.
Allahummaghfirli liwaliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira. Aamiin.
Kutempelkan kedua tangan di wajah sembari mengusap air mata, menyingkap mukena yang basah. Aku rindu Ayah.
--------------------------------------------------------------------------

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar