TEKNIK MENULIS BUKU POPULER
Oleh : J. Haryadi
“A writer needs three things: experience,
observation, and imagination, any two of which, at times one of which, can
supply the lack of the others”(William Faulkner)
Menulis buku populer sangat berbeda jika
dibandingkan dengan menulis buku-buku formal seperti misalnya buku pelajaran,
buku undang-undang, buku peraturan pemerintah, buku pedoman/petunjuk, buku
ensiklopedia, buku karya ilmiah, skripsi, tesis atau buku-buku serius lainnya.
Buku-buku tersebut umumnya memakai tata bahasa dan sistematika penulisan yang
baku, desain sampul sederhana dan terkesan kaku, isinya tidak mudah dicerna
sehingga kurang menarik untuk dibaca. Berbeda halnya dengan buku-buku populer
yang biasanya menggunakan gaya penulisan yang bebas, tata bahasa yang tidak
baku, menggunakan bahasa percakapan (dialog),
desain sampulnya menarik, isinya ringan dibaca dan mudah di cerna
sehingga diminati untuk dibaca.
Modal utama dalam menulis adalah membaca.
Kebiasaaan membaca akan memudahkan kita dalam menemukan ide atau gagasan. Membaca
dapat membuat otak kita dipenuhi berbagai pengetahuan yang bisa dijadikan modal
utama dalam mengungkapkan kata dan kalimat dalam tulisan kita. Oleh sebab itu,
hampir semua penulis ketika ditanya apa yang menjadi kunci atau rahasia mereka
dalam melahirkan banyak karya, hampir dipastikan semuanya menjawab dengan
“membaca”.
Daud Pamungkas dalam bukunya “Membaca Meretas
Jalan Meraih Sukses (2007)”mengungkapkan teknik membaca efektif sebagai salah
satu modal utama dalam menulis. Menurut Daud, kemampuan membaca secara cepat
erat kaitannya dengan membaca efektif. Artinya, dalam membaca suatu tulisan
sebaiknya harus selektif dan tidak asal baca. Ketika kita membaca sesuatu maka
kita harus mampu memahami dan memaknai hakekat membaca itu sendiri.
Membaca efektif yaitu dengan cara membaca
langsung ke informasi yang diperlukan, bukan dengan cara membaca semua tulisan
yang ada dalam buku. Kita harus pandai-pandai memilih dan memilah bahan bacaaan
yang kita perlukan. Hal ini dapat memangkas waktu kita dalam menemukan
informasi yang diperlukan. Kalau informasi yang akan dibaca sudah ada di buku
lain, buat apa dibaca lagi, hanya akan menghabiskan waktu dan energi. Dengan
kata lain, pada setiap buku baru yang kita baca, hanya unsur atau informasi
baru saja yang wajib dibaca, sedangkan informasi yang lain sebaiknya di abaikan
saja.
Saya sendiri suka membaca. Ketika ada waktu
luang untuk membaca surat kabar, biasanya saya membaca head line terlebih
dahulu. Jika menarik, saya akan teruskan membacanya sampai tuntas. Jika tidak,
saya akan mencari berbagai berita terbaru yang berhubungan dengan dunia bisnis,
pendidikan, politik, ekonomi, seni, budaya atau berita-berita ringan lainnya
seperti berita kriminal, film, dunia infotainmen (hiburan) dan lain sebagainya.
Pada bagian akhir saya mulai membaca hal-hal yang cukup serius seperti Surat
Pembaca dan berbagai artikel yang saya minati.
Jika waktu saya sempit dan memerlukan bahan
bacaaan untuk tulisan saya, biasanya saya akan memanfaatkan teknik membaca
efektif seperti yang dikemukakan Daud diatas. Saya akan mengumpulkan berbagai
sumber bahan bacaaan terlebih dahulu, mulai dari koran, majalah dan buku-buku
yang berhubungan dengan tulisan saya. Kemudian saya akan langsung mencari topik
yang berhubungan dengan tulisan saya sambil mencatat dibuku kecil. Kalau perlu
saya juga akan menggunting berbagai artikel penting yang ada di majalah atau
koran untuk saya satukan dengan bahan tulisan lainnya. Jika data tersebut masih
kurang, saya akan pergi ke warnet untukhunting dan surfing di dunia maya. Nah,
ketika semua data sudah terkumpul, lega rasanya. Saya merasa tulisan saya pasti
akan selesai, karena bahan baku sudah tersedia. Saya tinggal meraciknya menjadi
tulisan yang menarik dan enak dibaca.
Teknik Menulis Cepat
Setiap orang memiliki cara dan gaya tersendiri
dalam menulis. Kita bisa belajar dari siapa saja untuk mengetahui dan belajar
bagaimana cara menjadi seorang penulis yang handal. Kebanyakan orang yang
bekerja umumnya mempunyai kendala tidak ada waktu untuk menulis. Padahal kalau
mau disiasati, kapanpun kita mempunyai kesempatan untuk menulis. Oleh sebab
itu, ada baiknya kita belajar dari Yulius Haflan, seorang karyawan di sebuah
instansi pemerintah yang sangat sibuk namun ternyata masih mampu meluangkan waktunya
untuk menulis. Ia sering ditugaskan oleh atasannya untuk membuatkan Keynote
Speech untuk seorang Menteri. Tugas ini biasanya tidak hanya satu, bisa dua,
tiga bahkan lebih dalam satu hari, padahal dia harus mengerjakan pekerjaan
lainnya yang tidak kalah pentingnya.
Langkah berikut ini merupakan pengalaman pribadi
Yulius Haflan dalam menulis cepat yang mungkin bisa kita terapkan, yaitu :
1. Tentukan Tema Tulisan.
Ini langkah yang penting. Kalau sejak awal kita
tidak bisa menentukan tema yang akan ditulis, maka sangat sulit untuk memulai.
Cara mengatasinya sebenarnya banyak, misalnya dengan menggunakan Bank Tema.
Maksudnya ? Ya, semacam kumpulan tema-tema yang kita simpan, entah di laptop
kita, di buku notes kita, atau hanya di selembar kertas kecil saja. Cara ini
sangat efektif dipakai untuk mengumpulkan ide-ide yang muncul secara tiba-tiba
di otak, atau ketika melihat sesuatu yang menarik untuk diangkat sebagai
tulisan. Ide-ide atau hal-hal menarik itu secepatnya kita catat. Maka jadilah
Bank Tema. So, kita tidak akan kehabisan tema. Cukup dengan melihat catatan
Bank Tema kita, tentukan yang mana, terus langsungdeh kita menulis.
2. Manfaatkan Internet.
Internet itu ibarat samudra informasi yang
sangat luas. Data macam apapun bisa didapatkan, asalkan tahu caranya.
Memanfaatkan search engine sangat membantu pencarian data atau informasi yang
kita butuhkan dan sangat cepat hasilnya. Namun kelemahannya, seringkali temuan
datanya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, bahkan terlalu umum dan
sangat banyak. Kondisi ini tentu membutuhkan waktu, padahal kita tidak memiliki
banyak waktu. Untuk itu disarankan untuk menggunakan situs-situs yang lebih
tepat sasaran seperti http://www.wikipedia.org/atau wikipedia versi Indonesia
di http://id.wikipedia.org/. Jangan lupa juga Anda menyiapkan sejak awal
situs-situs yang Anda anggap cukup bisa diandalkan untuk tema-tema tertentu.
Misalnya, bila kita ingin menulis tentang pendidikan, sejak awal kita cari
situs-situs pendidikan yang sudah kita tentukan sebelumnya, sehingga tidak
perlu lagi susah-susah mencari di search engine. Jadi kita bisa lebih menghemat
waktu untuk menulis.
3. Bermainlah dengan Copy Paste.
Inilah kuncinya menulis cepat. Mungkin sebagian
dari kita berpendapat kalau teknik ini mengandung unsur plagiat dan merusak
seni menulis. Saya sangat setuju dengan pendapat itu. Teknik ini memang
cenderung mendorong orang untuk melakukan plagiat tulisan. Namun mengambil atau
mengutip tulisan pihak lain bukanlah suatu kejahatan. Bahkan dalam
jurnal-jurnal ilmiah, teknik mengutip sangat dianjurkan. Kuncinya adalah selalu
dengan jujur dan terbuka mencantumkan sumber yang kita kutip atau kita ambil.
Dengan begitu tulisan kita tidak akan dicap plagiat. Namun dalam suatu tulisan,
jangan sering-sering melakukan teknik Copy Paste karena tulisan Anda cenderung
tidak akan orisinil. Copy Paste seperlunya dan kembangkan gaya penulisan
sendiri.
4. Selalu Cek dan Ricek.
Menulis dengan cepat seringkali memiliki tingkat
kesalahan yang tinggi ketimbang dengan menulis normal. Maka apabila tulisan
kita sudah selesai, cek kembali apa yang telah kita tulis. Minimal dua kali.
Teknisnya begini, untuk pemeriksaan pertama, cek spelling tulisan kita, apakah
ada yang salah ketik, salah eja atau penulisan kata asing yang ngawur, tanda
baca yang kurang atau salah, bahkan beberapa kata yang hilang tiba-tiba karena
saking cepatnya pikiran kita memproduksi tulisan sehingga ada miss satu dua
kata. Lalu setelah tuntas, pemeriksaan kedua, cek tulisan kita apakah cukup
nyambung antar kalimat dan antar alinea atau tidak, jangan lupa cek judulnya,
apakah cukup nyambung dengan tulisan dibawahnya atau tidak.
* * *

0 komentar