Persiapan Proyek Cerdas Masa Depanmu

By Wien - 02.53

Persiapkan Proyek Cerdas Masa Depanmu

 
Wien (Win)

Setiap orang pasti mendambakan kehidupan masa depan yang lebih baik. Dari segi jasmani maupun ruhani. Ingin hidup sehat, tentram, dan nyaman. Tanpa masalah berat yang menghadang. Keadaan ekonomi yang mapan, anak-anak yang pandai, keluarga yang damai, serta lingkungan yang positif dan kondusif.

Dan bagi orang yang beriman maka pengharapan itu akan bermakna lebih luas, bukan saja kehidupan yang baik di masa depan dunia akan tetapi akhirat juga. Seperti do'a yang diajarkan oleh Rosulullah saw. Hidup bahagia dunia dan akhirat.

Untuk mewujudkan itu semua tentu bukanlah hal yang mudah. Perlu persiapan yang matang. Perlu langkah-langkah strategis yang ditempuh. Bukan sekedar mimpi yang hanya menghiasi malam-malam pemikiran. Atau dengan kata lain, tidak ada tindak lanjutnya. Hanya berkhayal.

Bukan seperti itu. Sekali lagi kita perlu mempersiapkannya.

Allah berfirman dalam alqur'an yang artinya :

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung." (QS Al-Hasyr [59] : 18-20).

Di dalam ayat tersebut, Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman agar memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.

Mari kita lihat lebih dalam makna ayat tersebut di atas.

Ayat tersebut adalah perintah kepada orang-orang yang beriman dimulai dengan bertakwa kepada Allah untuk selanjutnya mempersiapkan bekal untuk masa depannya baik di dunia maupun di akhirat kemudian ditutup dengan perintah takwa.

Pertanyaannya, mengapa perintah bertakwa harus diletakkan di awal dan di akhir?Alasan yang bisa dikemukakan adalah bahwa merencanakan masa depan harus dimulai dengan ketakwaan sehingga niat, komitmen, orientasi sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Segala yang dilakukan adalah kebaikan dan membawa manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain, dan juga penuh kewaspadaan dan kehati-hatian sehingga segalanya terencana dengan baik dan jauh dari kecerobohan.

Kemudian ditutup dengan ketakwaan kembali berarti bahwa dalam pelaksanaan perencanaan berbasis ketakwaan yang telah disusun, betul-betul dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sesuai visi, misi dan target dengan pengendalian, monitoring dan pengawasan yang profesional. Inilah manajemen ketakwaan, dimulai dengan takwa dan diakhiri dengan takwa (husnul khatimah).

Taqwa juga mengandung arti hati-hati. Jadi di dalam perencanaan dan pelaksanaannya, kita harus hati-hati terhadap segala tantangan dan rintangan yang menghadang. Ini juga mengandung arti bahwa kita harus mempersiapkan mental yang kuat, ilmu yang mumpuni, untuk bisa menghadapi semua rintangan perjalanan.

"Tidak ada jalan yang mudah untuk kebahagiaan. Tapi bukan berarti sulit untuk menggapainya."

Dengan demikian secara tidak langsung, ayat ini telah mengajarkan kepada kita suatu hal yang sangat mendasar dari "Time Management" dalam cakupan waktu yang lebih luas. Jika biasanya hanya mencakup kemarin, besok, dan sekarang, dalam ayat ini dibahas waktu di dunia dan di akhirat. Karena memang, keterbatasan waktu kita di dunia harus bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan tempat yang terbaikdi sisi-Nya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa.

Tidak terbatas pada Time Management, tapi juga Life Management. Manajemen hidup sebagai muslim, yang berorientasikan Allah dan hari Akhir. Menjadikan perbuatan di dunia sebagai wasilah (sarana) menuju Allah. Ingat! Tujuan penciptaan kita adalah untuk beribadah pada Allah. Meski begitu, dalam kesehariannya, kita juga tidak boleh melupakan kedudukan kita di dunia. Keduanya kita jadikan sarana untuk menambah perbendaharaan amal shalih.

Mari kita tekadkan bersama untuk mempersiapkan proyek-proyek cerdas untuk masa depan yang bahagia.

Persiapkan tabungan bukan saja untuk masa depan dunia tapi juga tabungan amal untuk kehidupan kita di akhirat.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar