Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

By Wien - 17.57


Bismillah. Ini adalah rangkuman diskusi online tentang pasca nikah. Sengaja diposting, agar banyak yang bisa mengambil manfaat dan pembelajaran, terkhusus mengingatkan diri sendiri.

Pepatah bilang, "ikatlah ilmu dengan menuliskannya." 

Dengan ditambah  referensi dari sumber lain, akhirnya jadilah tulisan ini.

--------

Kalau saya simpulkan tema diskusi kali ini adalah tentang menjaga keharmonisan dalam berumah tangga.

Tentunya kita semua mendambakan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

Dan diantara hal untuk mewujudkannya adalah dengan menumbuhkan dan menguatkan ikatan  cinta kasih dalam keluarga.

Mengapa Perlu Ditumbuhkan???

Ketika awal kaki kita melangkah memasuki gerbang pernikahan, mungkin cinta dan kasih sayang itu masih kurang porsinya, atau bahkan belum ada. Dikarenakan kita bertemu dengan pasangan tanpa proses pacaran. Sehingga belum begitu mengenal pasangan kita itu.

Ibarat menanam benih tanaman. Begitu pun dengan cinta dan kasih sayang. Perlu ditanam, perlu ditumbuhkan dan perlu dirawat agar dari hari ke hari ikatannya semakin kuat.

Berawal dari niat!!!!!!!

Sesuatu yang baik memang harus diawali dengan niat yang baik. Begitu pun dalam berumah tangga. Luruskan niat  terlebih dahulu. Kalau bisa samakan visi dan misi berumah tangga dengan pasangan kita, agar kelak ketika terjadi permasalahan, bisa dikomunikasikan dengan baik dan mudah, dan bisa segera mendapat jalan keluar. 

Perhatikan hal-hal yang kecil!!!!!!!!!

Ikatan cinta kasih antara suami, istri dan anak-anak sering kali terjalin kuat karena hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan hati.

Begitu juga sebaliknya, terkadang hal yang dianggap kecil,  tidak berkenan bagi pasangan,  bisa menimbulkan retaknya hubungan cinta kasih.

Sebab itu kita harus peka membaca perasaan, apa saja yang disukainya dan apa yang tidak berkenan di hatinya.

Kenali hal-hal apa-apa saja yang mungkin tidak disukai pasangan dan menyebabkan kasih sayangnya memudar.

Berikut adalah contoh hal yang umumnya. Mungkin saja ini berbeda antara satu pasangan dengan pasangan lainnya. Tapi setidaknya ini bisa menjadi gambaran untuk diperhatikan dan dipertimbangkan.

1.Kebiasaan merendahkan atau mengkritisi pasangan

2.Membandingkan pasangan dengan orang lain

3.Membuat keputusan tanpa membicarakannya dengan pasangan kita

4.Menggunakan alasan seks untuk mencari keuntungan atau menghukum pasangan

Suami atau istri tentu tidak suka jika alasan seks digunakan untuk menekan dan sebagainya. Meskipun benar suami atau istri sangat cinta, tapi jika sering dimain-mainkan dengan alasan tidak akan ‘diberi’ misalnya. Tentu siapa yang tahan.

5.Melawan secara fisik atau kata-kata

6.Berbohong pada pasangan

Ini jelas-jelas sikap yang tidak terpuji. Agama pun melarangnya, tidak hanya kepada pasangan tapi kepada semua orang juga tidak boleh berbohong. Kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam mengekalkan hubungan. Karena itu wajib menjaga kepercayaan suami dengan tidak berbohong.

7.Lebih mementingkan pekerjaan, hobby atau teman dari pada suami🎒💑

Menjaga Ikatan Cinta dan Kasih Sayang!!!!!!

Setelah ditumbuhkan, ikatan cinta dan kasih sayang dalam keluarga juga perlu dijaga, dirawat agar keluarga bisa tetap harmonis. 

Salah satu hal untuk menjaganya adalah dengan berusaha menerima kekurangan pasangan kita. Dan memberikan kesempatan kepadanya untuk berproses menjadi lebih baik.

Jangan Takut Dengan Konflik!!!!!!!

Rumah tangga itu memang kompleks dengan permasalahannya. Namun perlu diingat permasalahan ini sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang perlu ditakutkan. Tetapi suatu hal yang perlu disikapi bersama-sama, dengan sikap bijak tentu saja.

Sebagai bahan pembelajaran agar pribadi-pribadi dalam keluarga itu bisa tumbuh menjadi lebih dewasa.

Harus pintar-pintarlah dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Jangan langsung libatkan orang tua. Karena bisa jadi masalah bukannya selesai, tetapi malah membesar.

Konflik dalam rumah tangga itu sebenarnya adalah pembelajaran bagi pasangan suami istri.

Untuk tumbuh menjadi lebih dewasa, lebih bijak, menjadi lebih mengerti dan memahami pasangannya.

Bukankah sebelum bisa berjalan, seorang balita akan terjatuh lebih dulu.

Proses jatuh inilah proses pembelajaran sebenarnya.

Jangan takut dengan konflik. Ini tantangan untuk naik kelas. Justru ini batu loncatan menggapai tujuan.

Dan dalam menghadapi konflik bagusnya memang tanganilah terlebih dahulu sendiri. Belajar mandiri. Belajar memecahkan masalah.

Karena kita bukan anak-anak lagi, jadi sebelum melibatkan orang tua, belajar untuk mencari jalan keluarnya bersama pasangan.

Ajak diskusi pasangan dengan baik-baik. Komunikasikan semuanya. Mudah-mudahan ada jalan keluar yang terbaik.

Belajarlah Ikhlas Dalam Berumah Tangga

Tidak semua hal yang kita inginkan dalam berumah tangga itu bisa didapatkan. Maka belajar Ikhlaslah.

Karena jika semua yg kita kehendaki terus kita miliki dari mana kita belajar ikhlas
Jika semua yg kita impikan dapat segera terwujud....darimana kita belajar sabar

Jika setiap do'a yg kita mohonkan dengan mudah di kabulkan....bagaimana kita belajar ikhtiar😊😊

wallahu'alam



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar